Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Apakah Anak Down Syndrome Bisa Bicara?

Berapa Lama Anak Down Syndrome Bisa Bicara

Menurut WHO, kasus anak down syndrome adalah jenis kelainan genetik akibat penyakit trismomy 21 yang paling sering terjadi. Dalam setahun, ada sekitar 3000 sampai 5000 bayi lahir dengan kondisi tersebut.

 
Pada umumnya, anak-anak down syndrome memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, berbicara dan interaksi sosial.
 
Hal tersebut disebakan oleh komponen kromosom yang terbentuk tidak normal pada saat perkembangan sel sperma atau sel telur.
 
Walau terkendala dalam hal berbicara dan bahasa, anak down syndrome ringan dapat melakukan terapi wicara agar mampu berkomunikasi dengan baik sebelum benar-benar lancar bicara.

Namun perlu diingat, proses penerimaan setiap anak sindrom down saat pembelajaran berbeda-beda. Ada yang cepat dan juga lambat.

PENYEBAB ANAK DOWN SYNDROME SULIT BICARA


Perkembangan sel telur atau sel sperma yang tidak sempurna ternyata berpengaruh besar pada kemampuan otak dan motorik janin, lho.

Perkembangan sel yang abnormal menyebabkan perilaku bayi down syndrome terkendala banyak hal. Salah satunya adalah kesulitan untuk berbicara.
 
Selain itu, permasalahan kesehatan seperti gangguan pendengaran, penglihatan, autisme atau ganggaun perkembangan lainnya yang menyertai juga memungkinkan menjadi penyebab anak down syndrome kesulitan dalam berkomunikasi.
 
Akan tetapi, kemampuan bicara pada anak dengan sindrom down ringan bisa diatasi dengan terapi wicara. Bagaimana caranya?

CARA MELATIH BICARA ANAK DOWN SYNDROME

 
Pada umumnya, anak down syndrome mampu mengucapkan kata pertama pada usia 13 bulan. Namun juga tidak sedikit yang membutuhkan waktu lebih dari 36 bulan.
 
Agar mengetahui jelas penyebab mengapa anak down syndrome terkendala dalam hal bebicara, disarankan untuk menemui ahlinya.

Komunikasi awal yang diperlukan oleh orangtua atau terapis adalah dengan memahami jenis ekspresi wajah atau bahasa isyarat yang digunakan si anak.
 
Anak-anak dengan down syndrome cenderung menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah atau bahasa isyarat dalam menyampaikan pesan terhadap orang lain.
 
Kesadaran akan sulitnya berkomunikasi secara tidak langsung membuat anak-anak dengan sindrom down automatis melakukan berbagai macam upaya agar pesannya dapat diterima dengan baik dan benar.
 
Makanya, nggak heran jika anak-anak berkebutuhan khusus memiliki cara tersendiri dalam berinteraksi dengan teman difabel.
 
Nia, contohnya.

Menyadari keterbatasannya dalam berbahasa dan berkomunikasi. Kerap kali Nia menggunakan bahasa isyarat untuk menyampaikan pesannya.

Jika lapar, Nia akan mengelus perut sambil berkata, "Maem." atau, dia akan memegang kepalanya ketika merasa pusing lalu bilang, "Sakek, mbak iq."

Nyesek banget rasanya mendapatai adik saya kesulitasn dalam berbicara. Hingga usia 13 tahun pun -pada 22 Agustus 2020 kemarin- Nia masih suka menggunakan "bahasa planet ," yang sialnya kadang sulit saya terjemahkan.
 
Tapi apa boleh buat. Bukankah hidup selalu berisi lengkap paket kesedihan dan kebahagiaan. Ya, selain harus dijalani. Tetap berusaha dan tidak pantang menyerah adalah kunci kuat menjalani hidup.
 
Padahal, segala upaya telah dilakukan. Seperti mengerok lidah dengan cincin atau emas setiap malam jumat manis. Tetapi, mitos yang telah turun temurun itu pun tidak juga berhasil membuat Nia bisa bicara.

Malah kata dokter Meta, mengerik lidah dengan cincin emas bukanlah dasar perkembangan atau pertumbuhan anak. Hal tersebut malah bisa membahayakan si anak. Misalnya, melukai kulit lidah anak down syndrome akibat gesekan cincin yang terlalu kuat atau paling fatal cincin tersebut akan tertelan oleh si anak.

Hingga akhirnya, saya sadar, meski belum bisa disembuhkan, merawat dan mendidik anak down syndrome adalah tantangan luar biasa.

Selain sabar dan menerima keadaan, tidak memaksakan kehendak serta berhenti mengasihani adalah cara melatih anak down syndrome untuk mendiri.
 
Sedang untuk melatih bicara anak down syndrome layaknya Nia, saya menerapkan langkah-langkah sebagai berikut ini:
 

1| Eye Contact


Mendapat fokus dari Nia adalah hal yang lumayan sulit. Nia akan bergerak sesuka hati tanpa memperdulikan oran-orang sekitar atau seseorang yang berusaha membangun komunikasi dengannya jika Nia tidak menginginkan hal yang serupa.

Untuk itu, usahakan agar anak menatap mata kita ketika sedang berkomunikasi. Ajak anak bicara dengan perlahan agar mampu menerima pesan yang kita sampaikan.

2| Roleplay di Depan Kaca


Jangankan anak-anak, orang dewasa saja lebih suka dan merasa mudah menerima pesan yang disampaikan secara visual.

Bermain-main dengan menirukan beberapa karakter tokoh sebuah film atau profesi secara tidak langsung telah memberi gambaran berbagai macam jenis ekspresi kepada si anak.

Dengan begitu, anak akan paham bagaimana dia harus berekspresi ketika sedih, bahagia, marah atau takut.
 
Terapi Wicara Anak Down Syndrome
 

3| Menjelaskan Perbedaan Sesuatu


Dulu, ketika Nia berusia sekitar 5 sampai 6 tahun, saya mengajarkan dia berbagai macam ekspresi ketika sedang kedinginan atau pada saat suhu udara berubah panas,.
 
Saya akan berpura-pura menggingil dengan kedua tangan saling merangkul di depan dada lengkap dengan mimik wajah kedinginan.

Atau saya akan membawa dua gelas berisi air putih. Dimana masing-masing gelas telah diisi air panas dan air dingin.

Dengan menerangkan perbedaan terhadap suatu benda, suhu dan berbagai macam lainnya, diharapkan anak akan mampu memahami segala bentuk perbedaan di sekitarnya.
 

4|  Eja Perlahan


Eja setiap kata dengan pelan. Minta anak melihat kemudian menirukan apa yang kita ucapkan.

Hal ini biasa saya terapkan pada Nia ketika hendak mengajarkan kosakata baru.
 
Dengan begitu, Nia akan mengerti bagaimana bentuk mulut kita ketika melafalkan sebuah huruf.

Terapi Wicara Anak Down Syndrome

5| Terapi Wicara


Sejujurnya, terapi wicara bagi anak down syndrome adalah salah satu proses penting yang sangat baik guna kelancaran berbahasa, berbicara dan komunikasinya.

Guru Nia di sekolah juga menyarankan hal demikian. Bu Nisa bilang, Nia adalah tipe anak yang mudah dilatih. Entah tergolong down syndrome ringan atau sedang, Nia perlahan selalu menunjukkan perkembangan positif di dalam kelas.

Walau sifat anak down syndrome cenderung moody-an dan khusus Nia adalah agak malas dalam urusan belajar, Nia selalu tahu bagaimana merespon orang-orang di sekitarnya.

Namun karena kemampuan berbicaranya yang belum lancar, lawan bicara Nia kerap kali kebingungan dalam menjalin komunikasi.

Alhasil, bukannya mampu berinteraksi, Nia malah sewot dan menghindar karena lawannya nggak ngerti apa yang dia maksud.

Nah, dalam terapi wicara, para terapis akan menyelidiki terlebih dahulu penyebab mendasar anak down syndrome mengalami lambat bicara.

Dalam hal ini, peran orangtua sangat berpengaruh. Dukungan yang diberikan oleh orang tersayang akan membantu proses perkembangan si anak.
 
Metode dan cara terapi wicara pada anak down syndrome pun berbeda-beda, tergantung tingkat kelainan yang diderita. Namun pada dasarnya tujuannya sama. Yaitu agar kemampuan berbicara dan berkomunikasi anak meningkat serta dapat menggunakan bahasa lebih efektif.

6| Latihan Berulang

 
Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, dimana IQ anak down syndrome dibawah 50, maka jangan kaget jika anak-anak dengan kromosom lebih ini sulit sekali menghafal sesuatu walau dalam beberapa hal, daya ingat mereka sangatlah bagus.

Oleh karena itu, lakukan tahapan kegiatan secara berulang-ulang. Jangan hanya sekali lalu merasa cukup.
 
Big No! Kamu salah besar!

Oke. hari ini hingga seminggu kemudian, mungkin Nia akan ingat apa saja yang telah dia pelajari di sekolah atau yang saya ajarkan dari rumah. Namun siapa yang bisa menjamin hal tersebut masih bisa diingat 10 hari lagi?
 

7| Konsisten


Poin terpenting dalam sebuah pencapaian besar adalah dengan berusaha terus-menerus.

Pantang mundur!
 
Sebab tidak ada patokan pasti pada usia berapa anak down syndrom bisa bicara.

Terapi Wicara Anak Down Syndrome
Tanpa menerapkan target umur kapan Nia harus begini, harus begitu, harus bisa ini, harus bisa itu, saya selalu berusaha maksimal menciptakan komunikasi dengan Nia.
 
Meski sebenarnya hati kecil saya menginginkan Nia "sempurna," namun realita tidak dapat ditolak. Dengan memaksakan kehendak, yang ada malah saya jadi stres sendiri, Nia tertekan dan semua usaha jadi gagal.
 
Maka dari itu, hal sekecil apapun yang mampu Nia lakukan, sebisa mungkin saya respon dengan pujian atau kata-kata manis untuk membangkitkan semangatnya.
 
Saya dan keluarga juga berusaha selalu melibatkan Nia dalam kegiatan sehari-hari sebagai bentuk terapi wicara sederhana.

Usaha terus menerus setiap hari adalah bentuk perjuangan kami. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bahkan, hasil tidak pernah mengkhianati usaha, bukan?
Narasi Nia
Hi, Welcome to Narasi Nia... This blog about lifestyle and special needs that focuses on health, women's sundries and down syndrome... Narasi Nia was released on July 20, 2020. Was written and edited by Elok Faiqotul Hikmah as the founder of Heizyi Network... This blog also accepts all forms of compensation from advertisement, sponsorship, affiliates, competition, giveaway and other... Contact: halo.mbaknia@gmail.com

Related Posts

8 komentar

  1. makasih sharingnya, aku ngajar cooking class buta naam ds juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti seru dan penuh tantangan ya, kak.
      Zeaaaaaaal :)

      Hapus
  2. Saya terharu dan hanya bisa berkata terimakasih atas sharingnya.
    Perlu kesabaran dan pastinya perlu kasih sayang yang lebih.

    BalasHapus
  3. kok diceluk "mbak iq"
    asline sopo jenenge samean mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha... kalau diluar "Elok." Kalo dirumah "Faiq," mbak :)

      Hapus
  4. Terimakasih sharingnya Mbak. Memang tantangan yah bila anggota keluarga ada yg belum bicara. Sudah dicoba berbagai upaya. Sama nih dng cucuku, didiagnosa SPD, sensory processing disorder, ada kelambatan bicara juga. Aku juga tulis di blog, dng thread khusus SPD.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali mbak hani. selain dituntut untuk tidak mudah menyerah, semesta juga meminta kita agar sabar dan legowo dengan keadaan anak kita ya

      Hapus

Posting Komentar

Stay Update!