Free Bitcoin For You

Macam-macam Gaya Belajar Anak dan Cirinya

gaya belajar anak

Kebutuhan dan gaya belajar setiap anak itu berbeda-beda. Pada umumnya, terdapat empat jenis gaya belajar anak yang biasa disingkat menjadi VARK. Visual, auditori, reading dan kinestetik.

Menurut Sehatq, masing-masing gaya belajar memiliki ciri khas tertentu. Visual dengan melihat, auditori dengan mendengarkan, taktil identik dengan sentuhan dan kinestetik melalui gerakan.

Untuk memudahkan proses belajar, maka terlebih dahulu orangtua harus mengetahui tipe-tipe gaya belajar yang disukai oleh anak-anak mereka.

Caranya, bisa melalui tes khusus atau mencocokkan ciri-ciri di bawah ini dengan kebiasan anak ketika belajar setiap hari.

MACAM-MACAM GAYA BELAJAR ANAK DAN CARA MENGATASI

Gaya belajar adalah cara untuk mengetahui model belajar guna membantu anak mencapai kecerdasannya. Berikut 4 contoh gaya belajar anak pada umumnya dan 4 gaya belajar anak lainnya:

📚 Gaya Belajar Anak Visual

Gaya Belajar Visual

Gaya belajar visual identik dengan proses belajar menggunakan media gambar-gambar atau lebih tepatnya, gaya belajar yang memanfaatkan indera penglihatan.

Tidak hanya gambar, anak-anak dengan gaya belajar visual juga pandai menerjemahkan simbol dan bahasa latin seperti bahasa Jepang, bahasa Arab dan Mandarin.

Akan tetapi, gaya belajar ini memiliki kelemahan, yaitu harus selalu dalam kondisi yang tenang. Oleh sebab itu, untuk mencapai keoptimalan dalam belajar, pemilik gaya belajar semacam ini butuh diberi rangsangan menggunakan musik, video, gambar-gambar maupun media visual lainnya.

Berikut ciri-ciri gaya belajar visual:

  • Sangat cepat mengenal huruf, angka dan bentuk
  • Mudah terpesona dengan gambar, ilustrasi, video dan media televisi
  • Mudah mengingat cara orang lain dalam melakukan sesuatu

📚 Gaya Belajar Anak Auditori

Gaya Belajar Auditori

Sama halnya dengan gaya belajar visual, gaya belajar auditori juga memiliki kelemahan, yaitu butuh tempat yang tenang supaya bisa tetap fokus dan konsentrasi sebab anak-anak yang belajar menggunakan gaya ini cenderung suka menghafal.

Anak dengan gaya belajar auditori juga gemar mendengarkan musik dan cerita atau dongeng. Oleh sebab itu, untuk mengarahkannya, orangtua harus sering mengajak berkomunikasi supaya anak mampu berbiara serta berdiskusi dengan baik dan lancar.

Ciri-ciri gaya belajar auditori:

  • Suka musik
  • Tidak suka membaca, lebih suka dibacakan
  • Mudah menyerap informasi verbal
  • Mampu mengulangi apa yang didengarkemudian diceritakan kembali
  • Dapat mengikuti arahan dengan mudah
  • Mudah mengingat-kata, kalimat atau cerita yang didengar
  • Suka bahkan hobi debat dan berdiskusi

📚 Gaya Belajar Anak Taktil

gaya belajar taktil

Gaya belajar taktil adalah tipe gaya belajar yang identik dengan sentuhan. Dimana dalam prosesnya, anak-anak dengan gaya belajar ini merasa harus menyentuh objek yang harus dipelajarinya.

Itu artinya, anak dengan gaya belajar auditori cenderung kesulitan dalam mengikuti arahan. Maka dari itu, orangtua harus mampu mengenalkan setiap benda baru agar anak bisa mencobanya sendiri.

Misal, dengan mengenalkan anak pada mainan bertekstur seperti puzzle, pasir kinetik, table games dan balok atau lego.

Berikut ciri-ciri gaya belajar taktil:

  • Menyukai benda yang memiliki ukuran unik
  • Senang bermain balok
  • Menyukai benda bertekstur
  • Harus menyentuh dan merasakan objek sebelum dipelajari

📚 Gaya Belajar Anak Kinestetik

gaya belajar kinestetik

Tipe gaya belajar yang sangat umum adalah kinestetik. Baik Nia, maupun anak luar biasa lainnya lebih suka bergerak aktif daripada duduk berjam-jam di dalam kelas.

Menurut Ibupedia.com, gaya belajar anak kinestetik biasanya cocok dengan anak yang memiliki keprbadian suka melibatkan fisik seperti gemar berolahraga, suka menari dan hobi bermain drama.

Tidak hanya itu, anak-anak dengan model gaya belajar seperti ini suka sekali dengan konsep dan sesuatu yang baru sehingga cara mengarahkannya pun tidak sulit.

Misal,, orangtua bisa mengajak bermain role-play atau meminta anak menirukan gerakan dalam buku cerita yang sedang dibaca.

Supaya lebih jelas dalam mengidentifikasi gaya belajar anak yang baik, berikut disertakan ciri-ciri gaya belajar anak kinestetik:

  • Hobi olahraga
  • Gemar bermain peran (role-play)
  • Antusias dengan kegiatan yang melibatkan fisik

📚 Gaya Belajar Anak Inovatif

Anak dengan gaya belajar inovatif cenderung memiliki jiwa sosial yang tinggi. Selain itu, anak-anak dengan tipe gaya belajar seperti ini cukup handal dalam berinteraksi sosial. Juga, apapun yang dilakukan pasti serat makna dan sangat mencerminkan dirinya.

📚 Gaya Belajar Anak Analitikal

Gaya belajar analitikal adalah gaya belajar yang mengedepankan fakta-fakta. Dengan demikian, anak-anak dengan gaya belajar analitikal akan sangat membutuhkan waktu panjang untuk berpikir sebab yang dikerjakan akan sangat membantu dunia.

📚 Gaya Belajar Anak Common Sense Learners

Berbeda dengan gaya belajar analitikal dan inovatif, anak-anak dengan gaya belajar common sense learners lebih suka bergerak dan praktik. Anak-anak dalam kelompok ini lebih mengacu pada gaya belajar kinestetik.

📚 Gaya Belajar Anak Dinamic Learners

Nah, gaya belajar dinamic learners beda lagi. Anak-anak pada kelompok ini lebih mengutamakan insting daripada informasi yang belum pasti. Oleh sebab itu, pemilik gaya belajar ini sangat pandai dan jeli menemukan makna dalam konsep tersembunyi

TIPS MEMAKSIMALKAN GAYA BELAJAR ANAK SESUAI JENISNYA

Setelah mengetahui gaya belajar anak yang baik, maka tugas orangtua selanjutnya adalah menyesuaikan gaya belajar tersebut dengan kebiasaaan, waktu, tempat, kondisi dan jadwal sekolah si anak supaya didapatkan hasil yang masikmal selama proses pembelajaran.

Namun jika dirasa tes gaya belajar yang dilakukan dianggap kurang meyakinkan untuk mengarahkan anak pada minat dan bakatnya, orangtua bisa mengikuti saran di bawah ini supaya anak mampu meraih keberhasilan akademiknya.

1| Kenali Kekuatan Anak

Gaya belajar adalah

Langkah pertama yang harus orangtua lakukan untuk mengetahui gaya belajar anak adalah dengan mengenali kekuatan anak itu sendiri.

Menurut Mel Levina, seorang Profesor di University of North Carolina Medial School mengatakan bahwa gaya belajar anak-anak SD itu tidak ada yang sama. Ada sebagian yang suka membaca, menyentuh, bergerak lincah bahkan berpetualang.

Oleh karena itu, Mel Levina menyarankan agar orangtua mulai mengevaluasi gaya belajar anak sejak usia 6 sampai 7 tahun. Sehingga ketika memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), orangtua tidak lagi kebingungan mencari cara mengetahui gaya belajar anak.

2| Mainkan Kekuatan Anak

Cara Mengetahui Gaya Belajar Anak

Setelah mengetahui tipe gaya belajar anak, lengkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh setiap orangtua dalam proses pendampingan belajar adalah membangun kekuatan anak guna mengimbangi kelemahan belajar sesuai gaya yang dianut.

Dalam hal ini, orangtua bisa mengarahkan anak pada bidang minat yang disuka. Melalui metode areas of interest, diharapkan anak bisa mengenali potensi yang dimiliki sehingga bisa menguasai bidang tersebut dengan baik. Metode ini juga dinilai efektif dalam meningkatkan skill akademik dan keperayaan diri pada anak, lho.

3| Perhatikan Gaya Belajar Anak

Macam-macam Gaya Belajar Anak dan Cara Mengatasi

Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Tidak semua gaya belajar anak usia dini itu sama.

Maka dari itu, cara paling tepat untuk mengetahui kebutuhan dan gaya belajar anak usia dini, dibutuhkan peran aktif orangtua selama proses belajar berlangsung. Baik di sekolah maupun di rumah.

Dengan begitu, orangtua dan guru bisa bekerja sama  mengarahkan anak supaya bisa belajar dengan nyaman dan menyenangkan sesuai gaya belajar yang disukai.

***

Jadi, melalui penjelasan di atas, sudah tahu kah orangtua apa itu gaya belajar anak dan cara mengatasi nya?

Tidak perlu khawatir jika gaya belajar anak tidak sama dengan yang lain karena pada dasarnya, masing-masing anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Dan tidak ada yang salah dengan contoh gaya belajar tersebut.

Oleh karena itu, peran serta orangtua maupun guru sangat mendukung dalam hal ini. Dengan gaya belajar yang tepat, maka anak akan semakin mudah dalam menyerap materi pelajaran sehingga kesuksesan akademik pun bisa diraih.

Narasi Nia
Hi, Welcome to Narasi Nia... This blog about lifestyle and special needs that focuses on health, women's sundries and down syndrome... Narasi Nia was released on July 20, 2020. Was written and edited by Elok Faiqotul Hikmah as the founder of Heizyi Network... This blog also accepts all forms of compensation from advertisement, sponsorship, affiliates, competition, giveaway and other... Contact: halo.mbaknia@gmail.com

Related Posts

37 comments

  1. makasih sharing nya mbak, ini penting banget sih ibu-ibu jaman now karena saya dulu taunya pas udah gede. kalau tahu cara belajar anak sejak kecil kan bisa lebih dioptimalkan

    ReplyDelete
  2. Gaya belajar anak anakku seperinya lebih banyak visual dan auditori, mereka malah takut menyentuh, gak tau kenapa...

    ReplyDelete
  3. Setuju gaya belajar anak emang unik dan harus dipelajari ya. Kayak ponakan saya yang kalau belajar malah harus denger musik pake headphone ..dan beneran bisa fokus tuh katanya hehehe

    ReplyDelete
  4. Nah kalau anak sulungku itu sepertinya tipe visual sekarang, kalau dulu sih kinestetik. Sedangkan anak bungsuku tipe yang kinestetik. 😅

    ReplyDelete
  5. Anak memiliki tumbuhnkembang beragam, salah satu gaya belajar berbeda dan setiap perbedaan gaya belajar anak memilikinpotensi untuk dikembangkan

    ReplyDelete
  6. Jadi inget anak anaku, ortunya sama, makanan sama, pola pengasuhan sama, eh cara belajar beda beda
    Ada yang sambil nonton TV ada yang harus pakai headset dst

    ReplyDelete
  7. Anakku Glory termasuk yang gaya belajarnya auditori.Tidak suka menghafal dia lebih suka mendengar secara audio.Dan setelah remaja anakku jadi suka yang berhubungan dengan seni ya,terutama musik.Hobby debat dan diskusi,pastinya. Aku sering kewalahan kalau berdebat,ha...ha...ha

    ReplyDelete
  8. Kedua anakku berbeda gaya belajarnya, yang satu visual yang lain kinestetik. Dan saya pun mesti bisa mendukung mereka bertumbuh kembang dan belajar sesuai gaya belajarnya.
    Ulasan yang menarik dan lengkap, Mbak. Terima kasih sudah diingatkan soal gaya belajar ini:)

    ReplyDelete
  9. wah menarik ini pembahasannya emang iya ada banyak ragam jenis gaya belajar anak yang mesti kita pahami dan menyesuaikan dengan gaya belajar anak kita ya

    ReplyDelete
  10. Lengkap banget Mbak...
    Kami dalam mengajar lebih banyak memaki Visual karena secara umum begini, kan? auditory karena secara nature anak2 suka rhymes dam juga kinestik karena mereka suka melakukan sentuhan langsung.
    Untuk kinestik teknik ini aku belum banyak beljar dan ada satu anak yang begini di dalam kelompok belajar kami.

    ReplyDelete
  11. Kalau berdasarkan artikel ini, anakku gaya belajarnya kinestetik deh. Tiga-tiganya fix kinestetik. Tapi, entah kenapa semakin bertambah usia gaya belajar mereka makin berubah loh. Kayak yang sulung itu, dia jadi lebih visual.

    ReplyDelete
  12. Anaku belum keliatan cenderung yg mana tapi dia suka sih semua hal gitu belajar nya makanya sebelum sd pengen psikotes hehe

    ReplyDelete
  13. ⭐⭐⭐⭐⭐buat artikelnya yg keren sekali kak Nia.. love it

    Sambil baca Aku mulai menganalisis anakku tipe pembelajar yang mana..

    Trimakasih aku menemukannya. Kaka kinestetik dan adiknya taktil. Itu membantuku untuk fokus mengembangkan mereka❤

    ReplyDelete
  14. Sepertinya ponakan daku yang common sense deh, soalnya kalau ada praktik nya doi mah antusias banget belajarnya

    ReplyDelete
  15. Jenis belajar anak banyak banget, ya kak
    Jadi benar bahwa tiap anak gak bisa disamakan cara belajarnya.

    ReplyDelete
  16. anak aku lebih nyaman belajar secara visual, cthnya klo ada PR musik, sebelumnya kami putarkan cth video dr youtube

    ReplyDelete
  17. Orangtua atau pun calon orangtua wajib baca ini deh. Aku juga baru ternyata ada 4 ragam gaya belajar anak ini. Setelah kuamati, si kecil ternyata lebih suka visual deh. Soalnya sejak aku kasih gadget, dia suka banget nonton YouTube.

    Dia mulai aktif bicara bahkan beberapa kosakata bahasa Inggris juga mulai hafal. Padahal masih 2 tahun. Kadang di tempatku ada yang usia SD malah belum tahu kosakata basic bahasa Inggris.

    Efeknya, dia jadi jarang mau main ama temen2 di sekitarnya. Suka nangis kalo ga dikasih nonton hp.

    Tinggal pinter2nya kita nih selaku orangtua utk membujuk anak agar mau bermain, entah balok, pasir, air dan lainnya. Asal anak ga tergantung dgn gadget.

    ReplyDelete
  18. Betul, Mbak, tiap anak punya gaya belajar masing². Anakku sejauh ini gaya belajarnya lebih suka secara visual. Ini baru terlihat sejak usia SD karena waktu TK masih hobi belajar sambil bergerak kian-kemari. Memang dibutuhkan perhatian dari orang tua. Kalau perlu dengan melakukan tes seperti tes sidik jari misalnya, agar diketahui seperti apa tipe belajarnya.

    ReplyDelete
  19. Saya masih pada tahap memperhatikan cara belajar anak. Si sulung suka math, suka ngoprek kode komputer buat game, suka olah raga juga, bahkan role play. Masuk kategori apa ya kalau seperti itu, Kak?

    ReplyDelete
  20. Sempat bingun pas menghadapi anak bungsu. Meski sekarang masih usia 2 tahun, rasanya kok ngajarin dia itu perlu benar-benar menyentuh berbagai benda. Dia cepat banget minatnya kalau soal eksplorasi yang disentuh. Apa mungkin nanti ada hubungannya sama gaya belajar pas sekolah ya? Tapi pengenalan gaya belajar ini jadi makin nambah ilmu.

    ReplyDelete
  21. Jadi, sebenarnya anak bisa belajar dengan gayanya sendiri. Kadang yang terjadi adalah orang tua cenderung memaksakan tanpa mau memahami apa sih yang sebenarnya anak inginkan kala belajar.

    ReplyDelete
  22. Ada banyak gaya belajar anak ya, aku aja yang memiliki 3 anak dan masing-masing anak memiliki gaya belajar yang beda-beda, dulu waktu anak-anak masih TK aku sempat bingung kok cara belajar yang aku terapkan ke si sulung ngak efektif buat adiknya, oh ternyata adiknya punya gaya belajar yang beda. Terima kasih mbak referensinya, semoga makin banyak moms yang tahu bagaimana memaksimalkan belajar anak sesuai gaya belajarnya.

    ReplyDelete
  23. Aku juga sedang dalam tahap mengobservasi gaya belajar anakku ini seperti apa yaa heheh. Apakah sama sepertiku anak yang lebih suka mendengarkan dan membaca? wkkww mageran

    ReplyDelete
  24. Sekarang udah jaman modern kak, anak kecil lebih suka ke visual.
    Apalagi gadget udh merajalela, anak kecil sudah bisa mengoperasikan nya.

    ReplyDelete
  25. Sekarang udah jaman modern kak, anak kecil lebih suka ke visual.
    Apalagi gadget udh merajalela, anak kecil sudah bisa mengoperasikan nya.

    ReplyDelete
  26. Sekarang udah jaman modern kak, anak kecil lebih suka ke visual.
    Apalagi gadget udh merajalela, anak kecil sudah bisa mengoperasikan nya.

    ReplyDelete
  27. Sekarang udah jaman modern kak, anak kecil lebih suka ke visual.
    Apalagi gadget udh merajalela, anak kecil sudah bisa mengoperasikan nya.

    ReplyDelete
  28. Waaah setuju nih setiap anak terlahir unik dan punya kelebihan masing masing, gak bisa disamaratakan atau dibandingkan dengan anak lain. Dengan tau minat kesukaan dan metode belajar yang pas pasti potensi anak akan tergali lebih dalam lagi

    ReplyDelete
  29. Baru tahu nih macam-macam gaya belajar anak, dan anakku cenderung gaya belajar kinestetik. Dulu pas TK memang TK nya menerapkan ini, jadi anak enggak bosan dan enggak di kelas terus sih.

    ReplyDelete
  30. anakku kayanya audio visual deh mba, anakku ada dua dan mereka begitu. lebih mudah menyerap ilmu atau pembelajaran dengan melihat dan mendengar materi yang diberikan, selama PJJ aku begitu

    ReplyDelete
  31. Gaya belajar anak itu bermacam-macam ya mbak
    Penting banget ya mengetahui gaya belajar anak
    Biar lebih sesuai menentukan strategi belajarnya

    ReplyDelete
  32. anak visual mana suaranyaaaaaa XD
    dulu zaman kecil gak paham begini-begini, tapi sekolah makin tinggi jadi sadar sama gaya belajar sendiri. emang penting sih ya tau biar lebih memudahkan dan menyamankan kita

    ReplyDelete
  33. aku termasuk anak visual nih mbak, bahkan pas masih kuliah aku terbiasa nulis resume materi sebelum UTS, UAS dan ujian komprehensif hahaha

    ReplyDelete
  34. Demgan memahami gaya belajar anak, orangtua bisa lebih mudah saat mengajarkan anak anak yaaaa

    ReplyDelete
  35. Dengan memahami gaya belajar anak, komunikasi orangtua atau pengajar dalam menyampaikan pembelajaran pun semakin optimal yaa..
    Ini penting sekali observ masing-masing gaya belajar pada anak.

    ReplyDelete
  36. Anakku dua-duanya anak audio, kadang visual juga. Mereka gampang inget penjelasan guru, trus disalin dibuku dengan pen warna warni. Kalau baca buku sering kedengeran suaranya, hihi.... kalau Si Bungsu ini belum ketahuan satu nih, masih bayi.

    ReplyDelete
  37. Anakku gaya belajarnya audio visual, jadi kalau belajar harus difasilitasi yah. Thanks ya sharingnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks for stopping by. Sila tinggalkan jejak berupa kritik maupun saran pada kolom komentar, ya 🤗 Regards 🙏

Stay Update!